
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Jember terus melakukan pemantauan bencana secara intens di wilayah setempat setiap hari. Apalagi di bulan Maret hingga April telah memasuki masa pancaroba dari penghujan ke kemarau.
Pemantauan terus dilakukan meskipun tidak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait bencana.
Wakil manajer Pusdalops PB BPBD Jember Penta Satria Jumat 22 Maret mengatakan pemantauan tersebut dilakukan dalam rangka penanggulangan bencana mulai pra, saat dan pasca bencana.
Masyarakat juga bisa memanfaatkan hasil pemantauan potensi bencana dari BPBD untuk menyusun perencanaan dalam berbagai hal.
Penta mengatakan pada saat kondisi tidak ada kejadian bencana, Pusdalops bertugas memantau kondisi cuaca di lapangan yang ada di wilayah Kabupaten Jember dan melakukan diseminasi terkait berbagai informasi peringatan yang dikeluarkan lembaga resmi seperti BMKG.
Saat ini katanya, BMKG telah mengeluarkan potensi dini cuaca ekstrem di Jawa Timur termasuk Jember mulai tanggal 22 hingga 24 Maret 2024. Sementara sepanjang hari ini cuaca di Jember diprediksi cerah berawan. Kendati demikian sewaktu-waktu perubahan cuaca bisa terjadi seperti hujan disertai petir.
Pemantauan bencana tersebut kata Penta didukung personel dan teknologi seperti Warning Receiver Sistem (WRS) Ina-Tews, sensor akselero dan high-frequency radio sebagai alat komunikasi pantau bencana di seluruh Indonesia.
WRS Ina-Tews berfungsi untuk mendeteksi gempa bumi di seluruh indonesia dan terhubung ke pusat menggunakan satelit.
Alat berikutnya yakni sensor akselero, berfungsi untuk menyensor gempa bumi yang terjadi baik di wilayah Jember maupun wilayah di luar Kabupaten Jember.
Untuk memaksimalkan pengendalian operasi penanggulangan bencana, Pusdalops BPBD Jember menyiapkan tim reaksi cepat yang siaga 24 jam. Tim ini terdiri dari 30 orang yang fokus menangani gempa bumi, banjir, hingga longsor.
<<<ulil
