Bulog Jember Sampaikan Syarat Agar Hasil Panen Padi Petani Bisa Terserap

Memasuki masa panen padi di Kabupaten Jember, Bulog Jember mendapatkan kuota beras impor hingga 8000 ton untuk kesiapan di bulan Ramadhan tahun 2024.
 
Kendati demikian, Bulog menyampaikan bahwa di tengah tingginya harga beras saat ini, pihaknya juga berupaya agar bisa menyerap hasil panen padi milik petani.
 
Kepala Bulog Jember Muhammad Ade Saputra mengatakan, harga HPP yang ditetapkan badan pangan nasional untuk Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp5000. Harga tersebut tentu jauh lebih murah dibandingkan harga rata rata di petani saat ini yang mencapai Rp6500 per kg.
 
Bulog Jember sendiri menyatakan bahwa meski GKP di harga Rp5000 dan Gabah Kering Giling (GKG) mencapai Rp6000, namun pihaknya masih bisa menyerap hingga harga Rp7000.
 
Ade menyebut, tempat penggilingan padi milik Bulog di Modern Rice Milling Plant (MRMP) Jambearum masih mampu menyerap dengan harga Rp7000, khusus untuk beras kualitas premium.
 
Agar bisa terserap Bulog, petani harus menjual dengan minimal kadar air 25 persen untuk padi kering panen. Kemudian kadar air 14 persen untuk padi kualitas kering giling.
 
Meski demikian, hingga saat ini Senin 4 Maret 2024, Bulog Jember belum mendapatkan keputusan target serapan padi dari petani. Hingga saat ini Bulog masih melakukan kajian berapa target serapan untuk periode panen saat ini dan sepanjang tahun 2024.
 
<<<<<ulil

(840 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.