
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyampaikan adanya potensi bencana yang dipicu fenomena badai La Nina di kawasan Jatim pada awal April 2024. Seperti diketahui pada awal April, masyarakat di Indonesia khususnya Jawa Timur banyak yang mudik untuk menyambut Lebaran Idul Fitri.
Kepala BPBD Jember Widoo Julianto mengatakan, prakiraan tersebut sesuai laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dia menyebut, datangnya badai La-Nina biasanya ditandai dengan peningkatan curah hujan disertai angin kencang, yang berpotensi mengakibatkan bencana alam, mulai banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang.
Widodo mengatakan, setidaknya terdapat 14 kecamatan di Jember yang berpotensi rawan terjadi bencana tanah longsor dan banjir rob akibat perubahan iklim tersebut. Kawasan tersebut terutama di sepanjang lereng unung Argopuro, mulai dari Rembangan Arjasa, Panti, Sukorambi, Jelbuk, Sumberbaru, Tanggul dan Bangsalsari.
Selain di daerah tersebut, ancaman bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Silo, khususnya di kawasan Gunung Gumitir. Untuk itu, di Gumitir pihaknya juga menyiapkan pos pantau bencana, karena masuk jalur mudik utama dari Banyuwangi ke Jember atau sebaliknya.
<<<ulil
