Sejumlah Kepala Desa yang bergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jember mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Jember, Kamis, 21 Desember 2023. Mereka mendesak Dinas Kesehatan Jember melakukan perbaikan pelayanan agar kasus ibu melahirkan di jalan tidak terulang kembali.
Ketua Apdesi Jember, Kamiludin mengatakan, kasus ibu melahirkan di tengah jalan di Desa Glagah, Kecamatan Sumberbaru merupakan preseden pelayanan kesehatan di Jember yang buruk. Berdasarkan informasi yang dihimpun Apdesi, salah satu penyebab ibu melahirkan di tengah jalan karena akses untuk menikmati pelayanan ambulans desa terlalu birokratis dan banyak administrasi.
Selain itu, masalah kemanusiaan itu terjadi karena Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di 256 desa di Kabupaten Jember sudah tidak efektif lagi. Sehingga masyarakat harus melahirkan di Puskesmas yang jaraknya cukup jauh. Ditambah, suami dari ibu yang melahirkan itu merupakan pekerja serabutan yang tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang persalinan.
Agar kasus serupa tidak terulang lagi, Apdesi meminta agar Dinas Kesehatan Jember melakukan evaluasi, mulai dari prosedur penggunaan ambulans desa bagi warga tidak mampu, hingga mengaktifkan kembali puskesmas pembantu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jember Hendro Soelistijono mengakui banyak Pustu yang sudah tidak aktif. Sebab, semangat awal pembangunan Pustu tersebut karena belum semua desa terdapat perawat.
Namun, kondisi saat ini hampir seluruh desa sudah ada warganya yang berprofesi sebagai bidan.
Sehingga, banyak Pustu yang tidak efektif karena tingkat kunjungannya sangat rendah. Meski demikian, petugas Pustu saat ini sudah banyak yang diterjunkan ke kantor-kantor desa untuk mendekatkan pelayanan.
Terkait penggunaan ambulans desa, Hendro menegaskan memang diprioritaskan bagi masyarakat tidak mampu. Kecenderungan yang lazim terjadi, pasien yang meminta dirujuk ke rumah sakit swasta langsung dinilai sebagai orang mampu.
<<<<rusdi

