Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember mencatat, okupansi hotel selama musim libur Natal terhitung masih standar di angka 60 sampai 80 persen. Kendati demikian, saat ini okupansi hotel sudah kembali landai di bawah 60 persen.
Sekretaris PHRI Jember, Dwi Taufik mengatakan, kondisi tersebut masih relatif sama dengan tahun 2022 lalu pada musim liburan Natal. Kendati demikian, dia menyebut okupansi hotel untuk musim libur kemarin jauh lebih baik dibandingkan masa pandemik Covid 19.
Selain itu, lama menginap tamu di hotel pada libur Natal kali ini cenderung lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Tahun 2022 lalu, tamu masih banyak bertahan di tanggal 25 hingga 26, namun sekarang langsung anjlok. Okupansi tamu tercatat terus meningkat sejak tanggal 23 hingga 25 Desember 2023.
Lebih lanjut, Taufik memprediksi okupansi hotel pada musim libur tahun baru 2024 juga berada di kisaran 60-80 persen, khususnya untuk hotel berbintang. Sejumlah tamu juga sudah tercatat memesan kamar hotel untuk Tahun baru dengan harga lebih murah.
Menurutnya, pihak hotel akan meningkatkan harga sewa kamar ketika malam Tahun Baru, hingga 50 persen. Para tamu sendiri diprediksi mulai banyak di tanggal 29 Desember 2023.
<<<ulil
