UNEJ Akan Bentuk Pusat Studi Diplomasi Santri dan Pesantren

Akademisi Universitas Jember menyebut, sekitar 50 persen, konflik global yang memicu perang,terjadi karena konflik agama, keyakinan dan etnis. Akibatnya, penyelesaian konflik yang dipicu isu SARA, sangat rumit bahkan susah diselesaikan. Untuk itu, UNEJ berencana akan membuat pusat studi diplomasi santri dan pesantren.

Hal ini disampaikan Dosen HI FISIP Universitas Jember, Honest Dody Molasi dalam seminar bertajuk “Moderasi Beragama Sebagai Aset Soft Power Diplomasi Indonesia”.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Honest menyebut moderasi beragama di pesantren, bisa menjadi solusi perdamaian dunia. Sebab, santri dan pesantren secara historis sudah mampu melakukan diplomasi jauh sebelum Indonesia merdeka.

Untuk itu, kehadiran islam moderat, yang diterapkan di pesantren bisa menjadi potensi besar menjadi salah satu komponen untuk mengkampanyekan perdamaian.

Dia menjelaskan bahwa diplomasi Indonesia saat ini banyak dipengaruhi oleh kondisi Indonesia islam yang  moderat. Yang mau dan mampu bekerjasama dengan semua pihak.

Bahkan salah satu keunggulan diplomasi Indonesia karena kita memiliki penduduk mayoritas islam moderat yang menjunjung tinggi nasionalisme dan nilai kebangsaan.

Sayangnya kajian tentang peranan islam, pesantren dan santri dalam memperkaya khazanah diplomasi Indonesia belum ada sampai saat ini. Karena itu, UNEJ akan mengembangkan pusat studi diplomasi santri.

Honest menambahkan pembentukan pusat studi di UNEJ,  bersifat umum, untuk mengembangkan kajian peranan islam, pesantren dan santri.,

<<<hafit

(527 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.