Polisi memastikan video perang sarung antar pemuda di Kecamatan Gumukmas, bukan aksi tawuran. Namun, agar aksi serupa tidak terulang lagi, 20 orang pemuda yang terlibat diberikan pembinaan.
Kapolsek Gumukmas, AKP Subagio, mengatakan, orang yang menyebarkan video perang sarung disertai narasi tawuran, terlalu berlebihan. Sebab, mereka hanya sekadar bermain sambil menunggu waktu makan sahur. Pemuda yang terlibat juga tidak satupun yang terluka.
Namun, karena meresahkan masyarakat, polisi memanggil 20 orang pemuda yang terlibat, ke Polsek Gumukmas. Mereka diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. Kepada petugas mereka mengaku sengaja melakukan aksi perang sarung, meniru perang sarung yang terjadi di beberapa daerah, salah satunya Bandung.
Lebih jauh Subagio menjelaskan, usai diberikan pembinaan dan berjanji tidak mengulangi aksi yang sama, 20 orang pemuda yang terlibat perang sarung, diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.endati demikian, polisi akan melakukan patroli, agar aksi tersebut benar-benar tidak terulang lagi. (Rusdi)
(582 views)
