Pesawat Carter Cessna Grand Caravan Rute Surabaya-Jember, Berhenti Beroperasi

Pesawat terbang carter Cessna Grand Caravan, yang beroperasi awal tahun 2023 ini, ternyata berhenti beroperasi. Padahal, Pemkab Jember sudah menyediakan uang jaminan 1 miliar rupiah, untuk menghidupkan aktivitas Bandara Notohadinegoro di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung.
 
Pesawat ringan buatan Amerika Serikat, milik PR Amaya Alam Semesta Malang ini, hanya  beroperasi untuk penerbangan, sekitar 1 bulan 10 hari.
    
Kepala Dinas Perhubungan Jember, Agus Wijaya, mengatakan, pesawat Cessna Grand Caravan mulai mengudara dengan rute Surabaya-Jember, atau sebaliknya sejak 2 Januari 2023, dinyatakan berhenti beroperasi tanggal 10 Februari 2023 lalu.
    
Agus menjelaskan, penyebab pesawat tidak melanjutkan operasional rute penerbangan Jember-Surabaya maupun sebaliknya, karena okupansi dari Surabaya-Jember sangat rendah. Bahkan, penumpang dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Notohadinegoro Jember, sering kosong.
    
Setiap hari okupansi penerbangan dari Jember menuju Surabaya, sekitar 60 hingga 70 persen dari 12 seet yang tersedia. Sedangkan okupansi dari Surabaya menuju Jember, sering kosong atau 0 persen.
    
Agus menambahkan, setelah gagal bekerjasama dengan PT AAS, Pemkab Jember akan menjajaki kerjasama dengan Susi Air, perusahaan penerbangan milik mantan menteri kelautan dan perikanan, Susi Pudjiastuti. Sebab, secara kebetulan, pesawat Susi Air tengah menjalankan penerbangan perintis, yang disubsidi Pemerintah RI untuk rute Jember-Sumenep.
     
Sebelumnya, Pemkab Jember telah mengoperasikan kembali penerbangan rute Surabaya-Jember mulai 2 Januari 2023, di Bandara Notohadinegoro, Desa Wirowongso Ajung, Senin 2 Januari 2023. Pemkab menggandeng PT Amaya Alam Semesta, menggunakan pesawat perintis tipe New Cessna Grand Caravan ex USA dengan kapasitas 12 orang penumpang (Hafid)

(656 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.