Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mengingatkan agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mewaspadai sejumlah komoditas, yang memicu tingginya inflasi di bulan Ramadan.
Kepala BPS Jember, Tri Erwandi, mengatakan, bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri, selalu memicu sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik, terutama yang berhubungan dengan makanan dan pakaian.
Pada bulan Ramadan, Tri mengimbau agar TPID Jember menyiapkan langkah, agar stok kebutuhan bahan membuat kue, selalu tersedia di pasaran, seperti tepung, telur, minyak dan gula. Setidaknya, bila stok selalu terpenuhi, maka harga tidak akan terlalu naik.
Sementara itu, di bulan Ramadan, harga kebutuhan pokok terutama pakaian, juga sering mengalami peningkatan. Tidak hanya pakaian, kebutuhan lebaran lain seperti sandal, sepatu jelang lebaran Idul Fitri juga harus diwaspadai.
Apalagi, lanjut Tri, Pertamina juga menaikkan harga BBM non subsidi, yang juga bisa memicu kenaikan sejumlah komoditas dan serta inflasi di Jember pada bulan Maret ini.
Seperti diketahui, Pertamina kembali menaikkan harga BBM non subsidi. Jenis Pertamax naik 500 rupiah per liter dari 12.800 rupiah menjadi 13.300 rupiah per liter. Kemudian harga BBM Pertamax Turbo naik 750 rupiah per liter, dari sebelumnya 14.850 rupiah menjadi 15.100 rupiah per liter. (Ulil)
