Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menargetkan 40 ribu ibu melahirkan di Kabupaten Jember tahun ini bisa menjalani program KB.
Hasto menyebut, dari 2,6 juta jiwa penduduk Jember, prevalensi ibu hamil yang melahirkan tiap tahun mencapai 40.000. Dari jumlah tersebut, hanya sepertiga yang menyatakan akan merencanakan KB.
Selain itu, Hasto mengatakan, di Jember sudah ada Program Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS) yang tersedia di RSD dr. Soebandi. Program tersebut menyediakan program KB gratis, mulai dari KB pemasangan IUD, susuk, dan alat kontrasepsi lain.
Hasto sendiri menyarankan, setiap Rumah Sakit Daerah harus memiliki program PKBRS. Bahkan, rumah sakit yang mau mengajukan izin baru, harus menyediakan layanan PKBRS.
Lewat program tersebut, Hasto menargetkan 40 ribu ibu hamil bisa mengikuti program KB. Sebab, KB juga menjadi salah satu upaya untuk menekan kasus kematian ibu dan bayi, serta stunting.
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Hasto mendapatkan tugas berat untuk menurunkan kasus stunting hingga angka kematian ibu dan bayi, sesuai target agenda Sustainable Development Goals (SDGS) 2030. (Ulil)
(614 views)