Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember tahun 2022. Dari 6 kabupaten di kawasan tapal kuda, hanya Banyuwangi yang tercatat memiliki IPM katagori tinggi dengan nilai di atas 70. IPM merupakan acuan dari BPS untuk melihat capaian indeks kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran per kapita per tahun.
Kepala BPS Jember, Tri Erwandi, mengatakan, IPM di Kabupaten Jember sudah mengalami kenaikan sebanyak 0,97 persen atau 67,97 dibandingkan tahun lalu. Meski sudah naik, bila belum mencapai nilai 70, maka IPM Jember masih masuk katagori sedang.
Melihat kondisi tersebut, Tri Erwandi menyarankan 3 hal penting kepada pemerintah. Pertama, pemerintah harus meningkatkan harapan hidup masyarakat di Jember. Caranya dengan memperhatikan kualitas dan layanan kesehatannya. Capaian gizi harus merata di desa-desa agar tidak hanya terkonsentrasi ke kota. Bayi yang lahir pada tahun 2022 memiliki harapan untuk hidup hingga 69,68 tahun, lebih lama 0,4 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.
Kedua, tentang kualitas pendidikan. Pemerintah diminta tidak hanya fokus pada status anak yang aktif sekolah. Sebab, masih banyak yang tidak aktif sekolah karena harus membantu orang tua bekerja dan alasan lain. Rata-rata lama sekolah usia 25 tahun lebih tahun 2022 mencapai 6,5 tahun, atau meningkat 0,01 poin dibanding tahun lalu.
Ketiga, terkait daya beli masyarakat, harus memperhatikan sumber pendapatan masyarakat agar pengeluaran keuangan di tingkat keluarga juga meningkat. BPS menyebut, indikator pengeluaran per kapita per tahun pada tahun 2022 mencapai Rp9.840.000 atau meningkat 4,57 persen. (Ulil)
(581 views)