Mbah Nami, perempuan berusia 85 tahun, warga Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari akhirnya dipindah ke rumah anaknya. Diketahui, mbah Nami sudah 10 tahun tinggal di gubuk tempat rongsokan.
Lurah Karangrejo Kecamatan Sumbersari, Muhammad Syafi’i, mengatakan, 10 tahun lalu, mbah Nami memilih tinggal di gubuk tempat rongsokan dengan alasan malu tinggal di rumah anaknya. Mbah Nami merasa malu kepada menantunya.
Mbah Nami tinggal dan tidur di gubuk minim ventilasi udara dan banyak nyamuk. Beberapa tahun terakhir, diketahui mbah Nami yang sudah berusia lanjut mengalami lumpuh. Meski demikian, Nami belum bersedia pindah ke rumah anaknya dengan alasan yang sama.
Atas informasi tersebut, lanjut Syafi’i, petugas dari Kelurahan Karangrejo mendatangi tempat tinggal mbah Nami. Pihaknya membujuk mbah Nami agar bersedia tinggal di rumah anaknya. Ajakan tersebut akhirnya berhasil. Kini mbah Nami sudah tinggal di rumah anak dan menantunya.
Lebih lanjut Syafi’i menjelaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan mbah Nami. Syafi’i juga memastikan akan mendatangkan tim medis untuk memeriksa keadaan mbah Nami. (Rusdi)
(601 views)