Masyarakat Sering Salah Interpretasi Mengenai Gender Equality dan Equity

Hingga saat ini masyarakat masih sering salah memahami gender Equality dan Equity. Demikian disampaikan Ketua Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Jember, Linda, saat menjadi pemateri  dalam sebuah acara yang diselenggarakan Kantor Bea Cukai Jember, Selasa siang.

Menurut Linda, kesetaraan gender adalah isu kontemporer yang dalam proses pemberitaannya belum tuntas hingga saat ini.  Masyarakat masih banyak yang belum memahami gender Equality dan Equity dalam konteks kesetaraan gender. 

Linda menegaskan, gender equality lebih identik dengan kesamaan hak, tanggung jawab dan kesempatan antara laki-laki dan perempuan. Sementara gender equity lebih spesifik menunjukkan elemen interpretasi keadilan sosial berdasarkan adat, tradisi, dan budaya yang paling sering merugikan perempuan.

Pada kesempatan itu, Linda juga menegaskan bahwa perempuan dapat berpartisipasi dan memimpin dalam pengambilan keputusan dan tindakan kolektif, pengurangan dan pembagian tugas dan tanggung jawab kerja domestik, dan perempuan terbebas dari kekerasan fisik dan non fisik. Termasuk juga, perempuan memiliki penting terhadap pemulihan ekonomi nasional.

(55 views)