Sempat mengaku menjadi korban perampokan, seorang pengusaha berinisial BP, warga Perumahan Cluster Permata Indah, akhrnya meminta maaf. Ia meminta maaf karena pengakuan yang diberikan merupakan karangan belaka.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Bagus Dwi Setiawan mengatakan, awalnya pihaknya menerima informasi dari keluarga pelaku, bahwa BP telah menjadi korban perampokan di Jember berbatasan Bondowoso. Akibat kejadian itu, mobil dan uang 850 juta yang baru diambil dari rekanan kerja di Bondowoso raib dibawa pelaku.
Atas informasi tersebut polisi langsung menindaklanjuti dengan melakukan olah TKP dan memeriksa BP. Saat diperiksa ternyata BP memberikan keterangan yang tidak masuk akal. BP mengaku jalan kaki dari TKP hingga JL PB Sudirman. Sesampainya di JL PB Sudriman mobil miliknya tiba-tiba sudah ada di dekatnya.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata informasi yang disampaikan BP hanya khayalan belaka. BP ternyata tidak pernah menjadi korban perampokan. BP nekat bersandiwara karena sedang terlilit hutang dan jatuh tempo. BP mengaku memiliki hutang 3 miliar terhadap 7 orang.
Lebih jauh Bagus menjelaskan, dalam kasus ini karena pelaku belum membuat laporan resmi, akhirnya diperbolehkan pulang ke rumahnya.
(828 views)
