Putus Rantai Dendam Turunan, Seluruh Perguruan Silat Deklarasi Damai

Ratusan pengurus seluruh perguruan silat di Kabupaten Jember, Rabu siang mendeklarasikan damai. Deklarasi ini dilakukan untuk memutus mata rantai dosa maupun dendam turunan antar anggota perguruan silat di Kabupaten Jember.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan, sejak tahun 2015 hingga tahun 2022, konflik antar oknum perguruan silat di Kabupaten Jember sering terjadi. Karena itu, pihaknya mengundang 100 orang perwakilan untuk mendeklarasikan damai serta berdiskusi bersama mencari solusi, agar persoalan tersebut tidak berkepanjangan.

Hasil diskusi hari ini lanjut Hery, nantikan akan dijadikan dasar dalam resolusi konflik antar perguruan silat di Kabupaten Jember. Hery berharap cara tersebut dapat memutus mata rantai dendam maupun dosa yang diwariskan secara turun temurun di dalam perguruan silat.

Sejauh ini, Hery menilai serentetan konflik antar perguruan silat di Jember berawal dari konflik karena persoalan pribadi. Namun, konflik pribadi itu semakin meluas menjadi konflik antar perguruan silat karena dikait-kaitkan.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto perguruan silat di Jember cukup besar dan itu merupakan aset yang harus dikelola dengan benar. Aset tersebut harus disinergikan dengan Pemkab Jember.

Hendy berharap tiap-tiap pengurus perguruan silat di Jember bisa memonitor para anggotanya agar tidak terlibat konflik yang tidak perlu. Sementara dari Pemkab Jember, sebagai upaya menekan konflik akan melibatkan pesilat menjadi kader wawasan kebangsaan, meskipun tidak seluruhnya.

(861 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.