Afin 16 tahun, santri Pondok Pesantren Ar-Raudah, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, tewas tenggelam di Sungai Bedadung, dekat pondok. Santri asal Singosari, Kabupaten Malang itu tenggelam saat mencuci jeroan daging kurban bersama santri lainnya.
Kanitreskrim Polsek Patrang Aiptu Sutaryoto menceritakan, pasca penyembelihan hewan kurban, korban bersama santri lainnya mencuci jeroan ke Sungai Bedadung. Beberapa menit kemudian, korban berencana mengambil bambu yang ada di seberang sungai.
Pada saat menyeberangi sungai itulah, tiba-tiba korban terjatuh dan tenggelam. Warga sekitar berusaha mencari korban, namun tak berhasil. Korban baru ditemukan setelah relawan BPBD dan PMK Jember mencari menggunakan alat khusus sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban langsung dibawa ke RSD Soebandi, namun pada akhirnya korban meninggal dunia. Atas kejadian itu, pihak keluarga menerima korban meninggal murni karena kecelakaan. Jenazah korban kemudian diserahkan untuk dimakamkan di tempat asalnya.
Lebih jauh Sutaryoto menjelaskan, atas kejadian itu pihak pondok pesantren bertanggungjawab. Pondok tempat korban menyantri menanggung biasa pengurusan jenazah hingga proses pemulangan ke Singosari, Malang.
(671 views)