Anggota komisi B DPRD Jember Nyoman Aribowo sepakat dengan wacana penutupan sementara pasar hewan, untuk meminimalkan penyebaran penyakit mulut dan kuku atau PMK pada sapi.
Menurut Nyoman, per hari ini di Jember tercatat sudah ada 12 ribu ekor sapi yang terinfeksi PMK. hal ini menunjukkan bahwa memang penyebaran PMK ini sangat cepat. Sehingga penutupan sementara pasar hewan dinilai sebagai langkah yang tepat, sambil pemerintah fokus mengobati sapi yang sudah terinfeksi.
Saat ini lanjut Nyoman, yang paling banyak terinfeksi adalah sapi perah, karena minimal 2 kali sehari berinteraksi dengan manusia. PMK memang tidak menular ke manusia, tetapi bisa jadi manusia sebagai pembawa virus dari sapi yang terinfeksi kepada sapi lainnya.
Nyoman berharap Pemkab Jember segera menggunakan anggaran BTT untuk memberikan bantuan kepada para peternak sapi, agar mereka juga bisa melakukan upaya pengobatan secara mandiri sebelum sapinya mati akibat penyakit.
(600 views)