Warga Lojejer Pertanyakan Pemotongan Bantuan Tunai PK5, warung Dan Nelayan

Sejumlah warga desa Lojejer kecamatan Wuluhan, mempertanyakan pemotongan 100 ribu rupiah dari bantuan tunai untuk pedagang kaki lima, warung dan nelayan, yang dibagikan oleh Polres Jember bertempat balai desa Lojejer wuluhan pekan lalu.

RD salah satu warga desa Lojejer menceritakan, Jumat pekan lalu dirinya menerima bantuan tunai sebesara 300 dan 600 ribu rupiah, yang dibagaikan langsung oleh petugas kepolisian di kantor desa Lojejer. Namun keesokan harinya ketua RT mendatangi rumahnya, meminta kembali 100 ribua diantaranya, dengan dalih untuk pembelian lampu penerangan jalan. Meski sebenarnya keberatan tapi sebagai rakyat kecil RD tidak berani menolak permintaan tersebut.

Hal senada diungkapkan SG dan SN, yang juga didatangi oleh ketua RT bahkan di hari yang sama ketika dirinya menerima bantuan tunai. meski beda RT tapi alasan yang disampaikan juga sama, yakni untuk membeli lampu penerangana jalan. Semestinya menurut SN, yang namanya asumbangan tentunya sukarela, bukan di patok dengan nilai 100 ribu seperti ini. Apalagi kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang sulit, uang 100 ribu bagi mereka sangat besar nilainya.

Hingga berita ini diturunkan Kepala Desa Lojejer belum berhasil di konfirmasi. Saat dicoba dihubungi melalui telefon selularnya juga tidak dijawab.

Berdasarkan indormasi yang dihimpun, bantuan tunai tersebut berasal dari pemerintah pusat, yang untuk penyalurannya dilakukan melalui pihak kepolisian langsung kepada warga penerima manfaat. Sehingga untuk mendekatkan warga, pembagian bantuan tunai dilakukan oleh pihak kepolisian bertempat di kantor desa.

(1.120 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.