Ibu-ibu rumah tangga di Jember mulai mengeluh kenaikan harga kebutuhan, yang dirasa jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Parulian salahsatu ibu rumah tangga asal kelurahan Tegalbesar Kaliwates mengatakan, bukan hanya dirinya tetapi hampir semua ibu rumah tangga merasakan hal yang sama. Bahkan ibu-ibu yang sehari-hari bekerja juga mengeluh, karena kenaikan harga ini tidak dibarengi dengan kenaikan gaji.
Parulian minta agar pihak terkait segera mencari solusi untuk menekan kenaikan harga sembako. Sebab ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UMKM merupakan kelompok yang paling rentan terimbas terjadinya kenaikan harga yang tidak terkendali seperti saat ini.
Diberitakan sebelumnya, inflasi kabupaten Jember di bulan Maret tercatat merupakan kenaikan inflasi bulanan tertinggi sejak 2020 lalu. Bahkan angka inflasi kabupaten Jember di bulan maret jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional dan propinsi Jawa Timur.
(644 views)