Kementerian desa menawarkan progam rekognisi pembelajaran lampau, khusus bagi kepala desa, sekdes, pengelola BUMDES dan pendamping desa. Hal ini disampaikan menteri desa Halim Iskandar saat berkunjung di Jember Kamis siang.
Halim menjelaskan, dirinya sudah menyampaikan kepada bupati Jember Hendy Siswanto progam RPL desa, untuk meningkatkan kapasitas SDM perangkat desa. Dengan beasiswa dari pemkab Jember, perangkat desa ini nantinya akan menempuh pendidikan di universitas negeri yang sudah bekerjasama dengan Kemendes.
Meski hanya menempuh pendidikan selama 2 semester, Kemendes akan mengakuinya menjadi S1. Sejauh ini menurut Halim, di Jawa Timur baru kabupaten Bononegoro yang sudah siap, bahkan sudah ada 1200 orang pelamar yang sedang mengikuti proses seleksi.
Sementara bupati Jember Hendy Siswanto menyambut baik tawaran progam dari Kemendes ini. Sebab menurutnya peningkatan kapasitas SDM perangkat desa di Jember menjadi bagian yang sangat penting. Apalagi mereka akan mengelola dana desa yang jumlahnya tidak sedikit, sehingga dibutuhkan SDM yang memadai.
Untuk ketersediaan anggaran Hendy memastikan APBD Jember mampu tinggal melakukan penyesuaian saja, yang terpenting selama landasan hukumnya jelas tentu bisa dilaksanakan.
(730 views)