Setelah penyandang disabilitas, kini giliran mahasiswa universitas Jember mengeluhkan menjamurnya PKL di seputaran kampus. Sebab PKL sudah mulai membuat sejumlah titik di kawasan kampus macet khususnya di jam-jam tertentu.
Doni salahsatu mahasiswa Unej mengaku sering terlambat ketika akan kuliah atau menemui dosen untuk bimbingan, karena dari rumah kosnya ke kampus melalui ruas jalan yang menjadi titik kemacetan, akibat semakin menyempitnya jalan raya.
Trotoar yang harusnya digunakan mahasiswa yang menuju kampus berjalan kaki, juga tidak bisa berfungsi lagi. Akibatnya pejalan kaki harus berjalan di badan jalan, yang juga menyebabkan arus lalu lintas menjadi terganggu.
Hal senada disampaikan Melinda yang sehari-hari ke kampus dengan berjalan kaki. melinda mengaku terkadang agak takut berjalan di jalan raya karena arus lalu lintas yang padat. Sementara trotoar yang harusnya bisa dipakai pejalan kaki sudah penuh dengan PKL.
Meski sebagian mahasiswa saat ini masih kuliah online, kemacetan di daerah kampus masih saja terjadi. Melinda khawatir jika semua mahasiswa sudah melaksanakan kuliah tatap muka, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas makin banyak terjadi.
(751 views)