Pengemis yang kerap mangkal di persimpangan di Kabupaten Jember, memilih tetap mengemis meskipun berkali-kali terjaring razia. Mereka beralasan menjadi pengemis lebih menjanjikan dibandingkan bekerja di sektor lain.
Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Pemkab Jember, Erwin Prasetyo mengatakan, sejumlah pengemis berpakaian badut yang terjaring razia selama satu pekan terakhir, sudah langganan dibawa ke Kantor Satpol PP Pemkab Jember.
Meskipun mereka diberi pembinaan termasuk kostum badut yang mereka gunakan disita sementara waktu. Namun saat kostum itu dikembalikan mereka kembali ke perempatan dan pertigaan jalan umum untuk meminta-minta.
Mereka mengaku menjadi pengemis lebih menjanjikan dibanding bekerja di sektor lain. Dalam sehari mereka bisa mendapat uang 50 sampai 150 ribu rupiah per hari.
(738 views)