18 Warga Nganjuk Lakukan Ritual Mandi Laut di Pantai Watu Ulo Dibubarkan Polisi

Sebanyak 18 orang dari Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Sabtu siang melakukan ritual mandi laut di Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu. Karena saat itu ombak cukup besar, akhirnya mereka dibubarkan warga dan polisi.

Kapolsek Ambulu AKP Ma’ruf menceritakan, 18 orang yang tergabung dalam kelompok Trimurti itu tiba di Pantai Watu Ulo pada pukul 11.18 WIB. Kemudian pada pukul 12.30 Wib, dipimpin oleh ketua Kelompok bernama Trisunu, merek mulai melakukan ritual mandi laut.

Mereka berderet kemudian membentuk lingkaran sambil mengangkat kedua tangan. Beberapa menit kemudian mereka menyelesaikan ritual pertama.

Saat hendak melakukan ritual lanjutan, polisi dan TNI bersama warga setempat datang dan meminta mereka segera naik ke pantai. Mereka diminta naik karena saat itu ombak di laut Pantai Watu Ulo cukup berbahaya.

Setelah diberi imbauan akhirnya mereka bersedia naik. Saaat dimintai keterangan, mereka mengaku sengaja datang ke Pantai Watu Ulo untuk mendokan dan menunjukkan empati terhadap 11 anggota Kelompok Tunggal Jati Nusantara yang tewas terseret ombak beberapa waktu lalu.

18 orang yang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 5 orang perempuan itu akhirnya pulang menuju rumah mereka di Nganjuk. Mereka pulang dengan menaiki elf Nopol AG 7566 UV.

(785 views)