Beberapa hari terakhir hampir di semua daerah mengeluh terjadinya kelangkaan minyak goreng. Jikapun ada harganya sudah jauh lebih tinggi dari ketentuan pemerintah, yakni 14 ribu rupiah per liter.
Menyikapi persoalan tersebut bupati Jember Hendy Siswanto bersama forkopimda, Minggu sore melakukan inspeksi mendadak di sejumlah gudang induk toko waralaba. Hendy minta agar kondisi ini dapat segera dinormalkan kembali, mengingat minyak goreng merupakan kebutuhan utama masyarakat.
Saat melakukan sidak Hendy mengakui memang ketersediaan stock minyak goreng di gudang sangat sedikit, padahal gudang tersebut harus melayani di seluruh wilayah Besuki dan Lumajang. Sehingga dirinya minta kepada perusahaan waralaba untuk mendahulukan kebutuhan masyarakat Jember, dimana tempat mereka berada.
Untuk harga menurut Hendy tidak ada kenaikan harga, tetap sesuai aturan pemerintah sebesar 14 ribu rupiah. Namun karena kemasannya 2 liter tentu harganya juga menjadi 28 ribu rupiah. Dalam beberapa hari kedepan kemungkinan ada dropping minyak goreng yang cukup banyak, namun sambil menunggu Hendy minta dilakukan pembatasan pembelian oleh masyarakat.
(786 views)