Kadinkes Tegaskan Meninggalnya Warga Tanggul Merupakan Co-Insiden

Dinas kesehatan memastikan meninggalnya warga Tanggul merupakan kejadian bersamaan atau biasa disebut co insiden. Hanya saja karena peristiwanya hampir bersamaan dengan vaksin, sehingga seolah-olah meninggalnya akibat vaksin.

Kepala dinas kesehatan Jember Lilik lailiyah menjelaskan, setelah mendapat informasi meninggalnya nenek berusia 60 tahun tersebut, pihaknya langsung melakukan investigasi. Korban bernama Mak Sri menyampaikan memiliki riwayat hipertensi dan mengikuti vaksin covid tanggal 10 Januari lalu.

Sesuai prosedur sebelum vaksin sudah dilakukan screening, tekanan darahnya saat itu 160 sehingga diputuskan yang bersangkutan bisa megnikuti vaksin. Usai mendapatkan vaksin petugas puskesmas Tanggul juga melakukan pendampingan, dan ternyata sama sekali tidak ada keluhan.

Baru di hari kedua yang bersangkutan mengeluh mual, lalu terjatuh dan pingsan hingga kemudian dilarikan ke layanan kesehatan. dari hasil investigasi yang dilakukan dinas kesehatan, proses vaksinasi sudah dilakukan sesuai prosedur. Sehingga meninggalnya korban merupakan co-insiden atau peristiwa yang terjadi bersamaan.

Sebelumnya nenek berusia 60 tahun warga desa Tanggul, Kamis sore atau 3 hari pasca mendapatkan vaksin meninggal dunia. Menurut warga setempat sebelumnya memang mak sri dikenal memiliki penyakit hypertensi.

(73 views)