Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jember mencatat, korban Erupsi gunung Semeru Lumajang, yang mengungsi ke Jember terus bertambah. Tercatat sudah ada 222 pengungsi hingga Jumat siang.
Kepala BPBD Jember Sigit Akbari mengatakan, sejak awal terjadi bencana erupsi Semeru, korban mulai mengungsi ke sanak saudaranya yang berada di Jember. Bahkan sampai hari ini tercatat sudah ada 222 pengungsi yang tergabung dalam 60 KK.
Mereka saat ini tersebar di delapan kecamatan seperti Gumukmas, Kencong, Jombang, Puger, Semboro, Sumberbaru, Tanggul, Ambulu, dan Mumbulsari. Mereka berbondong-bondong ke Jember setelah mengetahui mereka tidak bisa kembali ke rumah dan sudah tidak betah tinggal di tenda pengungsian.
Sejauh ini mereka tidak pernah menerima bantuan dari Pemkab Lumajang. Yang dikhawatirkan, lanjut Sigit para korban yang mengungsi di Jember tidak terdata dalam program relokasi yang direncanakan presiden Jokowi. Karena itu BPBD Jember selalu berkoordinasi dengan Pemkab Lumajang agar mereka terdata dalam program relokasi.
Lebih jauh Sigit mengimbau masyarakat yang menggalang bantuan untuk korban Semeru juga memperhatikan korban yang berada di Jember. Meski mereka sudah mendapat bantuan dari Muspika setempat, namun masih perlu ukuran tangan dari yang lain.
(774 views)