Terbukti Cabuli Keponakan, Dosen Unej Divonis 6 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jember, Rabu sore akhirnya menjatuhkan vonis 6 tahun penjara dan denda 50 juta rupiah terhadap RH, dosen Universitas Jember. RH terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan cabul terhadap keponakannya yang masih di bawah umur.

Ketua majelis hakim Totok Yanuarto dalam putusannya menyampaikan, terdakwa RH secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan, tipu muslihat untuk melakukan perbuatan cabul, sebagaimana dakwaan kedua pasal 82 Undang-undang perlindungan anak. Terdakwa tidak terbukti melakukan tindakan persetubuhan.

Atas perbuatannya RH divonis 6 tahun penjara, denda 50 juta rupiah dan subsider empat bulan kurungan. Putusan hakim itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa yang menuntut RH 8 tahun penjara, denda 50 juta rupiah, subsider 6 bulan kuruangan.

Atas putusan itu kuasa hukum terdakwa RH, M Faiq Assiddiqi menyampaikan masih pikir-pikir apakah akan melakukan banding atau menerim putusan. Faiq akan berkoordinasi dengan terdakwa untuk menyampaikan beberapa pandangan hukum.  Namun yang pasti atas putusan hakim itu terdakwa merasa terpukul, sebab sebelumnya sempat memiliki ekspektasi diputus bebas.

Berdasarkan hasil kajian terhadap berita acara penyidikan dan berkas yang diajukan jaksa penuntut umum, tim kuasa hukum terdakwa menilai alat bukti sangat lemah untuk menyatakan terdakwa bersalah. Kendati demikian Faiq mengapresiasi majelis hakim yang telah menggelar sidang dengan sabar.

Sementara jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Jember Adik Sri Sumiarsih juga menyampaikan masih pikir-pikir apakah menerima atau melakukan banding. Keputusan akan disampaikan paling lambat tujuh hari ke depan pasca sidang pembacaan putusan.

(45 views)