Puluhan aktivis GMNI Jember dan perwakilan petani Paseban, Selasa siang, kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Jember. Massa yang kecewa karena tututannya tidak direspon akhirnya mengubah Kantor Bupati Jember jadi Kantor Tambang dan Tambak.
Gatot Priyanto salah satu perwakilan petani Paseban menyampaikan, meski hingga saat ini daerah Paseban belum terjamah tambang dan tambak. Namun warga khawatir dengan keberadaan PT ADS yang mengklaim sudah mengantongi izin.
Warga resah karena kerap ditemui aktivitas mencurigakan, seperti ada upaya pengambilan sampel tanah dan gambar lokasi, yang diduga untuk kepentingan tambang dan tambak. Selain lahan pertanian yang rusak, petani juga khawatir aktivitas tambang maupun tambak juga merusak kualitas air tawar yang dikonsumsi warga menjadi asin.
Sebenarnya lanjut Gatot, warga paseban tidak keberatan jika pesisir pantai selatan dikelola menjadi objek wisata. Nantinya gambar Paseban bisa dieksploitasi ke luar Jember, bukan malah pasirnya.
Sementara Wakil Bupati Jember KH Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun menyampaikan, saat ini Pemkab Jember masih proses penertiban tambak. Mereka hanya diberi kesempatan satu kali panen kemudian menutup kegiatan tambaknya.
Sebab sejauh ini tambak yang ada di pesisir pantai selatan tidak sesuai regulasi. Yang semestinya berjarak 100 meter dari sepadan pantai, ada tambak yang letaknya hanya berjarak lima meter dari sepadan pantai.
Terkait rencana tambang besi di Paseban Gus Firjaun juga memastikan Pemkab Jember sejalan dengan keinginan warga Paseban. Meskipun PT ADS mengantongi zin, namun Pemkab Jember tidak akan pernah memberikan rekomendasi. Gus Firjaun menyamakan kasus di Paseban dengan Tambang emas di Silo, yang hingga saat ini Pemkab Jember tidak memberikan rekomendasi.
Meski demikian, Gus Firjaun menolak menandatangani tuntutan aksi yang diberikan demonstran, dengan alasan akan mengkaji dan menganalisis terlebih dahulu. Penolakan itu membuat demonstran kecewa sehingga mengubah Kantor Bupati Jember menjadi Kantor Tambak dan Tambang.
Demosntran menyimpulkan sikap ragu Wabup menandatangani tuntutan aksi, merupakan bentuk indikasi bahwa Bupati dan Wakil Bupati Jember pro tambang dan tambak.
(675 views)