Paguyuban Petani Jember atau Panijum mengajak petani di Kabupaten Jember mulai membiasakan menggunakan produk pupuk organik. Dibanding pupuk kimia, pupuk organik mampu menekan biaya modal hingga 50 persen.
Ketua Panjiem Totok Sumianta mengatakan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti Universitas Jember, tingkat kesuburan tanah di Kabupaten Jember mulai berkurang hingga empat digit dari ambang batas normal. Salah satu solusi yang ditawarkan dalam penelitian itu adalah penggunaan pupuk organik serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Karena itulah sejak tahun 2008, Panijem memproduksi pupuk organik sendiri. Pupuk organik produk Panijem itu sudah diuji laboratorium dan diketahui kandungan C organik mencapai 8,34 dan PH kesuburan tanah mencapai 7,15.
Meskipun beberapa petani termasuk peneliti sudah menemukan pupuk organik yang sangat cocok, namun penggunaan pupuk organik di kalangan petani hingga saat ini masih rendah. Karena itu, Totok meminta peran pemerintah memfungsikan penyuluh pertanian lapangan atau PPL, agar turun ke sawah memberikan sosialisas dan edukasii kepada petani.
(638 views)