Pengamat keuangan daerah Universitas Jember Hermanto Rohman khawatir, keterlambatan pembahasan perubahan APBD akan berdampak terhadap tingginya Silpa APBD 2021. Sebab sampai hari ini ternyata pemkab zjember belum ajukan draft P-APBD kepada DPRD.
Menurut Hermanto, keterlambatan pengajuan P-APBD memang tidak lepas dari penetapan APBD 2021 yang terlambat. Ditambah lagi ternyata pembahasan RPJMD juga lambat. Tetapi harusnya pemkab bisa memprediksi kondisi ini sejak awal.
Sehingga Sekkab dan Bappekab selaku koordinator tim anggaran, mestinya bisa membuat timeline yang tepat. Dengan kondisi draft perubahan APBD saja sampai saat ini belum diajukan, Hermanto khawatir penyerapan anggaran menjafi rendah, yang kemudian berdampak Silpa tahun 2021 tinggi lagi.
Dalam kondisi seperti ini lanjut Hermanto, dirinya hanya bisa berharap agar bupati selaku kepala daerah, mampu memberikan arahan kepada bawahannya untuk bekerja cepat dan tepat, agar perubahan APBD dapat segera diajukan sehingga juga bisa segera dilaksanakan.
(751 views)