Sepanjang gelombang kedua covid-19 pada bulan Juli lalu, sedikitnya ada 90 tenaga kesehatan rumah sakit dr Soebandi terjangkit covid-19. Akibat kejadian itu pelayanan vaksin tahap dua di rumah sakit itu untuk sementara ditiadakan.
Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit dr Soebandi, Septyono Hariawan saat dikonfirmasi Senin siang mengatakan, 90 nakes yang terkonfirmasi positif covid-19 itu, sudah mengenakan APD lengkap setiap kali memberikan pelayanan. Namun, karena seringnya berinteraksi dengan pasien dan warga yang datang untuk vaksin, akhirnya mereka juga terjangkit covid-19. Mereka terdiri dari perawat, petugas vaksin dan bagian administrasi.
Dengan adanya 90 nakes yang dinyatakan positif lanjut Septyono, tenaga medis di RS Soebandi berkurang. Karena itulah, layanan vaksin tahap dua di Rumah Sakit Soebandi untuk sementara ditiadakan.
Septyono menyampaikan pihaknya sudah mengembalikan dosis vaksin tahap dua itu ke dinas kesehatan, agar dialihkan ke institusi lain. Septyono belum bisa memastikan kapan layanan vaksinasi di RS Soebandi dibuka kemblai. Meski demikian Septyono memastikan pelayaan rumah sakit terhadap pasien masih berjalan normal dengan menerapkan sistem shift.
Lebih jauh Septyono mengimbau masyarakat yang hendak mengikuti vaksinasi dosis ke dua di RS Soebandi, agar mencari tempat lain seperti puskesmas maupun rumah sakit lain. Septyono juga mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan, mulai memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.
(862 views)