Hingga tanggal 18 Juni 2021, serapan anggaran pemkab Jember baru di kisaran 25 persen, dari total APBD senilai 4 Trilyun rupiah lebih. Bupati akan evaluasi setiap bulan untuk mempeecwpat penyerapan anggaran.
Menurut Plt kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Jember Tita Fajar Aryatiningsih, penwtapan APBD Jember memang terlambat, sehingga sejak Januari hanya menggunakan dasar Perkada untuk pengeluaran wajib, rutin dan mendesak.
APBD 2021 baru disusun setelah bupati Hendy siswanto dilantik akhir Februari lalu. APBD 2021 ditetapkan bulan April, sehingga APBD Jember baru efektif berjalan di awal bulan Me 2021. Sampai tanggal 18 Juni kemarin menurut Tita, penyerapan anggaran masih di bawah 30 persen, atau lebih tepatnya sekitar 25 persen lebih. Pekan lalu lanjut Tita, bupati sudah mengumpulkan seluruh OPD untuk diberi pengarahan. OPD yang memiliki kendala dalam pencairan anggaran diminta membuat list permasalahan, yang akan di evaluasi oleh bupati setiap bulan.
(748 views)