Rektor Universitas Jember Iwan Taruna, mengimbau kepada mahasiswa di lingkungan Universitas Jember untuk mewaspadai jika ada dosen mengajak bimbingan tugas kuliah secara tatap muka di luar kampus. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kasus peleceahan seksual susulan di lembaga yang dimpimpinnya.
Kepada sejumlah wartawan Iwan menjelaskan, dengan adanya kasus dugaan pencabulan oleh oknum dosen Unej terhadap keponakannya sendiri telah menambah dafar kasus pelecehan seksual di Universitas Jember. Hingga saat ini sudah ada tiga kasus pelecehan seksual, yang dua di antaranya sudah ditangi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebenarnya lanjut Iwan, pihaknya sudah berupaya menekan terjadinya pelecehan seksual salah satunya dengan adanya Pusat Studi Gender atau PSG Unej. Bahkan sanksi pemecatan terhadap salah satu oknum dosen Faultas llmu Budaya diharapkan menjadi pembelajaran bagi dosen-dosen lainnya. Namun buktinya masih saja ada yang tetap nekat melakukan tindakan asusila itu.
Menurut Iwan dosen yang memiliki niat tidak baik sudah bisa dilihat tanda-tandanya. Karena itu Iwan mengimbau kepada mahasiswanya agar waspadai jika dosen tersebut menawarkan bimbingan tugas kuliah secara tatap muka di luar kampus, terlebih di restoran.
Lebih jauh Iwan juga mengimbau kepada mahasiswa yang merasa menjadi korban pelecehan seksual, agar tidak perlu takut melapor ke PSG Unej. Selain nantinya akan dibantu pengawalan identitas korban juga dijamin kerahasiaannya.
(875 views)