Sejak 9 Maret Kasus Penganiayaan Yang diduga Melibatkan Anggota DPRD Jember Dinyatakan P21

Kejaksaan negeri Jember sudah sejak tanggal 9 Maret lalu menyatakan berkas pemeriksaan kasus penganiayaan dengan tersangka anggota DPRD Jember sudah lengkap atau P21. Namun hingga hari ini, penyidik kepolisian belum juga melakukan pelimpahan tahap kedua, atau pelimpahan tersangka dan barang bukti.

Kepala seksi tindak pidana umum kejaksaan negeri Jember Aditya Okto Thohari melalui telefon selularnya Jumat siang menjelaskan, setelah menerima berkas dari penyidik kepolisian, sesuai KUHAP pihaknya memiliki waktu maksimal 14 hari untuk menyimpulkan.

Setelah filakukan penelitian terhadap berkas yang diajukan, kejaksaan negeri Jember menilai unsur pidananya terpenuhi, dan syarat formil dan materiilnya juga sudah memenuhi syarat. Sehingga tepat 14 hari sejak berkas diterima, pihaknya sudah menerbitkan surat P21. Sehingga saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu pelimpahan tahap 2 atau tersangka dan barang bukti dari kepolisian, untuk diajukan ke pengadilan negeri Jember.

Sementara Kapolsek Patrang AKP Sholikin Agus Wijaya hingga berita ini ditutunkan belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi telefon selularnya tidak dijawab. Diberitakan sebelumnya Polsek Patrang tanggal 25 Februari lalu, sudah melimpahkan berkas pemeriksaan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Anggota DPRD Jember Imron Baihaqi, terhadap ketua RT Bernady Land ke kejaksaan negeri Jember.

(60 views)