Gubernur Minta Peran PKK Dan Posyandu di Jember Dimaksimalkan

Peran PKK dan Posyandu di Jember harus bisa dimaksimalkan, untuk menyelesaikan tingginya angka kematian ibu melahirkan, bayi dan stunting di kabupaten Jember. Hal ini disampaikan gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, dalam acara serah terima jabatan bupati Jember di gedung DPRD Selasa Siang.

Khofifah menjelaskan, angka kematian ibu, bayi dan stunting menjadi perhatian khusus presiden, karena hal tersebut menjadi salahsatu tolak ukur pembangunan manusia Indonesia. Di Jember sendiri, dari data yang ada angka kematian ibu dan bayi di Jember merupakan yang tertinggi di Jawa Timur.

Untuk itu Khofifah minta ada intervensi bupati untuk memperkuat peran PKK dan Posyandu, sehingga tahun 2021 ini angja kematian ibu dan angka kematian bayi di Jember bisa turun.

Sementara bupati Jember Hendy Siswanto menilai persoalan kematian ibu, bayi dan stunting merupakan persoalan penting yang perlu ditangani secara serius. Dalam waktu dekat dirinya akan berkoordinasi dengan Dinkes dan dinas pemberdayaan perlindungan perempuan dan anak, untuk mencari tahu penyebab tingginya kematian ibu dan bayi.

Diharapkan setelah mengetahui penyebabnya bisa dicarikan solusi dan masuk dalam progam pemerintah, yang sumber anggarannya tercantum dalam APBD 2021, yang akan segera dibahas bersama DPRD Jember.

(58 views)