ASN Pemkab Jember Nyatakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Bupati Faida

Apel pagi 30 Desember 2020 pemkab Jember tidak seperti biasanya. Dalam apel pagi yang dihadiri para kepala OPD, Camat serta pejabat eselon 3 dan 4, spontanitas menyatakan mosi tidak percaya terhadap bupati Faida, dan meminta presiden mencabut kewenangan bupati sebagai pembina kepegawaian.

Usai apel Sekkab Jember Mirfano mengatakan, gerakan spontanitas ASN pemkab Jember ini merupakan puncak dari kegelisahan para ASN. Mereka sebenarnya tahu dan sudah lelah dengan semua pelanggaran undang-undang yang dilakukan bupat Faida. Mereka ingin birokrasi kembali berjalan normal, dan hubungan eksekutif dengan legislatif juga kembali harmonis.

Hingga puncaknya hari ini, mereka menyatakan mosi tidak percaya dan minta Presiden mencabut kewenangan bupati. Sebab tanggal 29 malam ada 13 orang Kepala OPD dimutasi, 4 diantaranya dicopot dari jabatannya tanpa melalui prosedur yang benar. Padahal sudah jelas dalam Surat Edaran Mendagri tertanggal 23 Desember, dilarang melakukan mutasi hingga ada pergantian bupati baru.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangi para Kepala OPD, camat serta pejabat eselon 3 dan 4 tersebut, para ASN menyatakan mosi tidak percaya, menolak semua kebijakam bupati yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, serta meminta presiden mencabut kewenangan bupati Jember sebagai pembina kepegawaian. Sementara bupati Faida saat dikonfirmasi saat menghadiri peresmian RS Paru sebagai rumah sakit rujukan covid-19 belum bersedia memberikan tanggapan, dengan alasan masih ada tamu.

 

(233 views)