Beda Keterangan Bupati, Wakil Bupqti dan Kasi Datun Terkait Pertemuan di Kejari

Menurut Kasi Datun pertemuan di kantor kejaksaan negeri Jember, pemkab konsultasi terkait aset. Sedangkan menurut wakil bupati Jember terkait pengembalian SOTK, tetapi Bupati menyampaikan konsultasi terkait pencairan anggaran di akhir tahun. Pertemuan tersebut menimbulkan terjadinya gelombang aksi massa, karena diduga wabup Muqit Arief mendapat tekanan saat berada di kantor kejaksaan negeri Jember.

Sebelumnya Kasi Datun Kejaksaan Negeri Jember Agus Taufiqurrahman kepada media menjelaskan, kedatangan bupati, wakil bupati beserta sejumlah pejabat Pemkab, untuk melakukan konsultasi hukum kepada jaksa selaku pengacara negara. Sebab sepanjang tahun 2020 pemkab banyak mendapat gugatan terkait aset-asetnya. Saat ditanya apakah ada materi KSOTK yang dikonsultasikan, Agus menjawab KSOTK diluar kewenangan kejaksaan.

Sementara Bupati Jember Faida saat dikonfirmasi tujuan kedatangannya ke kantor kejaksaan negeri Jember Senin sore, mengaku untuk konsultasi terkait pencairan anggaran di akhir tahun. Sebab banyak kepala OPD yang tidak berani mencairkan anggaran, sehingga dirinya mencari solusi dengan berkonsultasi kepada kejaksaan sebagai pengacara negara. Kejaksaan kemudian menyarankan pemkab untuk berkonsultasi ke kemendagri.

Keterangan berbeda disampaikan wakil bupati Jember Muqit Arief, yang terang-terangan mengatakan pertemuan hampir 2 jam di kantor Kejaksaan negeri Jember, seluruh ya membahas tentang KSOTK. Dimana dalam pertemuan tersebut semua yang hadir menyalahkan dirinya, karena melaksanakan perintah mendagri melakukan pengembalian KSOTK. Bahkan Muqit merasa sangat tertekan, sebab selain disalahkan ada kata-kata ancaman pidana sebanyak 13 kali yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

 

 

(243 views)