Pasca Pengundian Nomor Urut Paslon Evaluasi Kondisi Jember Terkini

Kondisi carut marut birokrasi hingga mengakibatkan teguran mendagri serta tidak adanya APBD 2020, menjadi sorotan media yang hadir dalam acara pengundian nomor urut calon di Hotel Cempaka Kamis malam.

Calon wakil bupati nomor urut 1 Dwi Arya Oktavianto mengatakan, dirinya bersama calon bupati Faida maju melalui jalur independent, bukan berarti dirinya anti partai politik. Tetapi paslon nomor urut 1 berkomitmen, jika nanti mendapat amanat masyarakat terpilih sebagi bupati dan wakil bupati, akan merangkul semua partai dan stage holder yang ada, sehingga kepentingan masyarakat dapat terakomodir dalam APBD..

Cabup nomor urut 2 Hendi Siswanto menilai, perlu adanya pembenahan tata kelola pemerintahan di Jember. Semua harus berjalan sesuai regulasi aturan yang ada, sehingga seluruh hak-hak masyarakat dan DPRD dapat kembali diberikan sesuai aturan yang ada. Jika berjalan sesuai aturan, Hendi yakin manfaat dapat dirasakan oleh semua pihak.

Sementara cawabup nomor urut 3 Ifan Ariadna menilai, tidak adanya APBD Jember tahun 2020, merupakan dampak buruknya komunikasi politik antara eksekutif dan legislatif. Karena itu Salam-Ifan memiliki 4 komitment yang akan dilakukan, diantaranya komitmen komunikasi eksekutif legislatif serta seluruh elemen untuk harmonisasi. Komitmen kepemimpinan bersinergi dan kolaboratif dengan strategi pembangunan nasional dan daerah.

(766 views)