Pesilat PSHT yang Mengeroyok Anggota Pagar Nusa Divonis Delapan Bulan Penjara

Muhamad Ramadan, seorang pesilat PSHT asal Kecamatan Panti, Rabu sore akhirnya divonis delapan bulan penjara dikurangi masa tahanan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jember. Putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut 10 bulan penjara.

Kuasa hukum terdakwa, Naniek Sudiarti menjelaskan, dalam persidangan kliennya hanya terbukti melanggar pasal 170 KUHP dengan melakukan satu kali pemukulan terhadap korban. Pemukulan tersebut tidak sampai membuat korban bernama Eko Suwito terluka.

Dalam persidangan terungkap bahwa korban mengalami luka parah akibat pukulan rekan dari kliennya yang hingga saat ini masih DPO. Kliennya juga terbukti melakukan pemukulan dengan alasan ingin melindungi rekannya sesama PSHT.

Atas pertimbangan itulah majleis hakim menjatuhkan vonis delapan bulan penjara. Atas putusan tersebut kliennya menyatakan menerima.

Sementara Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jember Dodik Susanto juga menyatakan menerima putusan majelis hakim terhadap terdakwa Muhammad Ramadan, dengan alasan putusan sudah melebihi setengah dari tuntutan. Sehingga putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

(511 views)