Diduga terjadi pemotongan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai BLT DD, belasan warga Desa Lembengan Ledokombo Senin siang mengadukan ke DPRD Jember. Nilai pemotongan bervariasi, antara 50 hingga 200 ribu rupiah.
Mohammad Zamroni salah satu warga desa Lembengan menceritakan, sejak awal dirinya menduga ada kejanggalan. Setelah dibagikan baru terlihat jelas, terjadinya pemotongan. Nilai bantuan yang mestinya diberikan sebesar 600 ribu rupiah per KK, ternyata yang diberikan hanya 550 bahkan ada yang hanya 400 ribu rupiah.
Pemotongan ini menurut Zamroni, tidak terjadi kepada semua warga dengan kriteria yang tidak jelas. Menurut Zamroni, sepengetahuannya pemotongan BLT ini setidaknya terjadi di Dusun Olo, Dusun Darungan dan Dusun Krajan 2. Pemotongan terparah di Dusun Darungan, karena pemotongan hampir merata kepada semua penerima.
Sementara Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni menilai persoalan pemotongan bantuan di tengah pandemi corona ini merupakan persoalan serius. Karena itu Tabroni mendorong masyarakat segera melapor kepada aparat penegak hukum, agar para pelaku ini mendapat efek jera. Komisi A sendiri menurut Tabroni, akan melakukan koordinasi internal untuk meminta klarifikasi pihak-pihak terkait.
(1.203 views)