Sedikitnya 3 kepala desa di kecamatan Jenggawah Jumat siang mendatangi kantor Dinas Sosial. Mereka memprotes karena ratusan warganya, dicoret dari daftar penerima bantuan BLT Dana Desa untuk warga terdampak Covid-19. Keriga desa tersebut diantaranya desa Kertonegoro, Kemuningsari Kidul dan desa Jenggawah.
Seperti diungkapkan kepala desa Kemuningsari Kidul Dewi Kholifah, dimana didesanya tercatat 239 orang penerima BLT DD, 83 orang lainnya dihapus dari daftar. Padahal mereka selama ini belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah baik PKH maupun BPNT.
Kholifah mengaku selama ini pihaknya melakukan pendataan sendiri dan disepakati dalam rapat bersama forum musyawarah desa. Karena itu Kholifah bertekad akan mempertahankan data tersebut.
Begitu juga yang terjadi di desa Jenggawah. Menurut kepala desa Jenggawah Supardi, dari 265 orang warga 107 orang diantaranya dicoret dari daftar penerima bantuan, dengan alasan mereka akan dialihkan sebagai penerima BPNT yang rencananya akan diperluas. Namun sejauh ini Supardi mengaku belum mendapat kejelasan mengenai penerima BPNT.
Meski sudah menunggu selama beberapa jam, para kepala desa ini belum juga ditemui oleh plt kepala dinas sosial Wahyu Setyo Handayani. Hanya ada seorang staf yang mengatakan bahwa Plt kepala dinas sosial sedang keluar. Sementara Wahyu saat dikonfirmasi melalui telefon selularnya, hingga berita ini dirurunkan belum memberikan jawaban.
(1.865 views)