Dua calon petugas haji Kabupaten Jember harus menjalani isolasi di ruang perawatan khusus RSD Sobenadi, karena mengalami sakit setelah melakukan kontak fisik dengan pasien positif covid-19 saat mengikuti pelatihan di Surabaya. Demikian yang disampaikan Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember Ahmad Thalabi.
Kepada sejumlah wartawan Thalabi menjelaskan, tanggal 9 hingga 18 Maret 2020 lalu, kedua calon petugas haji tersebut mengikuti pembekalan penyelenggaraan ibadah haji di Surabaya, bersama petugas haji Kabupaten Jember lainnya, di antaranya ketua kloter, pembimbing ibadah, Dokter dan para medis dengan total semuanya sebanyak 20 orang. Mereka mengikuti pelatihan terintegrasi bersama sejmlah kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Setelah pelatihan berakhir, ternyata ada salah satu perserta yang dinyatakan positif terjangkit covid-19. Karena itulah Kemenag Jember meminta para petugas untuk memeriksakan diri ke RSD Soebandi. Setelah dilakukan screeenig, dari total 20 petugas 2 di antaranya harus langsung diisolasi di ruang perawaran khusus RSD Soebandi.
Meski demikian Thalabi mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah mereka positf civid-19 atau tidak. Thalabi juga tidak mengetahui identitas mereka, karena memang pihak rumah sakit dilarang membuka identitas pasien yang berkaitan dengan covid-19.
(1.136 views)