Badan Kehormatan DPRD Jember Jumat siang melaporkan kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Pemkab Jember Penny Artha Medya ke Mapolres Jember. DPRD menilai kepala BPKAD melecehkan parlemen dengan berstatement di media DPRD tidak nyumbang sama sekali realokasi anggaran covid-19.
Anggota Badan Kehormatan DPRD Jember David Handoko seto menjelaskan, statement kepala BPKAD di media dinilai sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan lembaga DPRD dimata masyarakat. Padahal DPRD dalam realokasi anggaran Covid-19 sama sekali tidak dilibatkan. Bahkan ketika anggota dewan bertanya dalam paripurna, bupati justru keluar sebelum paripurna ditutup oleh pimpinan.
Badan Kehormatan DPRD Jember sudah melakukan rapat bersama pimpinan, dan memutuskan melaporkan persoalan ini ke mapolres Jember. Hal ini dirasa perlu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada kepala OPD, agar tidak melecehkan DPRD yang statusnya sejajar dengan atasannya yakni Bupati.
Diberitakan sebuah media online sebelumnya, kepala BPKAD Penny Artha Medya meminta wartawan yang konfirmasi terkait rincian realokasi anggaran covid-19, untuk menulis besar-besar dewan sama sekali tidak menyumbang realokasi anggaran covid-19. Agar masyarakat tahu matinya empati dewan terkait realokasi Covid-19.
(1.127 views)