Ditengah dilarangnya pengumpulan massa selama 14 hari oleh Pemerintah Pusat, Palang Merah Indonesia Jember memastikan stok darah selama dua pekan masih aman. PMI juga sudah menyiapkan formula baru dengan melakukan sistem jemput bola.
Ketua PMI Jember Zainal Marzuki kepada sejumlah wartawan menjelaskan, larangan untuk melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa memang sangat berefek terhadap ketersediaan stok darah di PMI Jember. Per hari Kamis tanggal 19 Maret 2020 pukul 08.09 Wib stok darah di PMI Jember sebanyak 634 kantong. Jumlah tersebut menurut Zainal aman untuk satu hingga dua pekan ke depan.
Karena itulah agar nantinya PMII Jember tidak kekurangan stok, pihaknya sudah mempersiapkan formula khusus di antaranya, memperpanjang interval sehingga tidak terjadi penumpukan massa, menerjunkan langsung petugas ke lokasi masyarakat yang hendak mendonorkan darahnya secara kolektif. Serta PMI Jember juga menyiapkan fasilitas antar jemput secara gratis jika memang ada masyarakat dalam satu keluarga maupun dengan jumlah lima hingga 10 orang.
Lebih lanjut Zainal mengaku dalam situasi mewabahnya virus corona dan Demam Berdarah pihaknya melibatkan seluruh relawan PMI yang ada. PMI Juga sudah melakukan langkah pencegahan penyebaran virus corona dengan meletakkan antiseptic di pasar tradisional dan sejumlah fasilitas umum.
(1.022 views)