Ambruknya atap Kantor Kecamatan Jenggawah dan SDN Keting 2 Jombang beberapa waktu lalu, akibat tidak dilibatkannya aplikator konstruksi baja ringan bersertifikat. Bahkan bahan galvalum yang digunakan diduga merupakan produk home industri yang tidak bersertifikat SNI.
Salah satu anggota perkumpulan aplikator kontruksi baja ringan Jay Rahmadi, dalam. hearing bersama pokja 2 panitia angket DORD Jember Jumat siang menjelaskan, penyebab robohnya bangunan dengan kontruksi baja ringan ada 3 kemungkinan. Pertama kualitas bahan tidak standart, cara pemasangan yang salah dan terakhir penghitungan kontruksi yang tidak tepat.
Ambruknya 2 proyek pemkab Jember akhir tahun kemarin menurut Jay akibat bahan yang digunakan diduga merupakan produk home industri yang belum bersertifikat SNI. Ditambah lagi tenaga pemasangnya bukan aplikator bersertifikat, sehingga wajar jika cara pemasangan dan hitungan kontruksinya salah. Selama ini lanjut Jay, pemkab hampir mensyaratkan sertifikat aplikator dalam setiap proyek. Sehingga masuk akal jika kemudian seluruh proyek pemkab rawan roboh.
Sementara Wakil Ketua Panitia Angket David Handoko Seto mengatakan, informasi dan masukan dari aplikator kontruksi baja ringan ini akan menjadi referensi baru bagi panitia angket. Selain itu saran yang sudah masuk akan menjadi rekomendasi DPRD kepada pemkab Jember, agar sertifikat aplikator menjadi salahsatu syarat dalam proses lelang proyek pemkab.
(1.218 views)