Puluhan massa yang tergabungbdalam tolak penjajah ideologi atau topi bangsa, kamis pagi melakukan aksi unjukrasa, menuntut bupati tegas mencegah masuknyabradikalisme di kabupaten Jember. Salahbsatunya dengan mengevaluasi yayasan yang diduga kuat menyebarkan ajasan radikal.
Agus Harimurti korlap aksi mengatakan, sampai hari ini benih-benihbradikalisme masih tumbuh subur di kabupaten Jember. Hal ini terjadi karena ajaran radikalisme sudah mulai masuk di yayasan lembaga pendidikan. Karena itu bupati mestinya membuka komunikasi dengan para kyai, agar bisa diketahui titik-titik mana saja yang rawan ajaran radikal.
Selain itu bupati juga harus tegas mengambil kebijakan untuk menangkal radikalisme, salah satunya dengan melakukan evaluasi terhadap yayasan lembaga pendidikan yangbterindikaso mengajarkan faham radikal. Jika tuntutan ini tidak dilaksanakan, Agus mengancam akan melakukan aksi kembali dengan jumlah massa Yang jauh lebih besar.
Sementara Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya penyebaran ajaran radikal di Jember. Meski demikian dirinya terus berkomunikasi dan koordinasi dengan MUI, Kemenag serta Ormas Islam, untuk melakukan pemetaan sebagai upaya antisipasi mencegah masuknya ajaran radikal.
(916 views)