Polisi Berharap Aksi Bela Basmalah Tak ditunggangi Kepentingan Politik

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal berharap aksi bela basmalah yang dilakukan oleh laskar FPI murni untuk penegakan kebenaran agama Islam dan tidak ada kaitannya dengan agenda politik. Demikian yang disampaikan Alfian usai menyambut puluhan anggota FPI yang menggelar aksi di depan Mapolres Jember.
Menurut Alfian sebenarnya kontrak politik bertuliskan basmalah secara terbalik yang disusun oleh kelompoknya Kades Curahkalong terpilih berinisial AK, sudah beredar sebelum pelaksanaan Pilkades di Desa Curahkalong. Hanya saja pasca Kades terpilih Abdul Kadir dilantik oleh Bupati, kontrak politik tersebut kemudian dipersoalkan.
Dengan melihat kondisi tersebut Alfian berharap aksi yang dilakukan FPI untuk membela basmalah benar-benar murni untuk menegakkan syariat islam. Dan tidak ada kepentingan politik paska pilkades sedikitpun yang menungganginya. Namun terlepas dari itu semua pihaknya akan tetap menanganinya secara profesional sambil menunggu hasil kajian dari MUI dan Kemenag Jember.
Sebelumnya puluhan Laskar FPI yang tergabung dalam Aliansi Pembela Basmalah, Senin siang melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Jember, mendesak polisi mengusut dugaan kasus penistaan agama yang melibatkan Kades terpilih Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari. Menjawab tuntutan massa Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal langsung membentuk satgas yang terdiri atas MUI dan Kemenag Jember.

(1.081 views)