Proteksi Penyebaran Faham Radikal di Dalam Kampus Harus Melibatkan Civitas Akademik

IMG-20190724-WA0016

Civitas akademik perguruan tinggi memiliki peran penting, untuk mencegah penyebaran faham radikal di kalangan mahasiswa dan dosen. Demikian disampaikan salah satu mantan teroris Kurnia Widodo dalam dialog pelibatan civitas akademika dalam pencegahan terorisme Rabu siang.

Menurut Widodo penyebaran faham radikal di dalam kampus bukan hanya mungkin terjadi di Unej, tetapi juga terjadi di semua kampus. penyebaran faham radikal bisa melalui group-group medsos, atau dengan kedok mendatangkan pakar yang dilakukan oleh dosen yang sudah terpapar paham radikal. Saat menyampaikan materi pakar tersebut akan menyelipkan paham radikal kepada mahasiswa.

Karena kampus bukan hanya sebagai tempat pendidikan formal, civitas akademika harus memiliki strategi tersendiri untuk memproteksi penyebaran faham radikal dalam kampus. Sebab para penyebar faham radikal ini akan melakukan segala cara untuk menularkan ideologinya.

Sementara menurut Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigjen Pol Hamli, untuk menekan penyebaran faham radikalisme di lingkungan kampus, salah satunya harus dengan melibatkan civitas akademik.

BNPT lanjut Hamli, hanya bersifat memberikan asistensi kepada civitas akademika, karena hanya mereka sendiri yang lebih paham kondisi wilayahnya. BNPT hanya bisa menunjukkan titik potensi rawan, civitas akademika yang tahu harus dicegah dengan pendekatan seperti apa.

(301 views)