Kartika Candra Bantah Berikan Upah Buruh di Bawah UMK

Direktur CV. Kartika Chandra Rudi Nurcahyo, membantah tudingan bahwa pihaknya membayar upah buruh tambang kapur di bawah Upah Minimum Kabupaten. Hal ini ditegaskan Rudi, menanggapi aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Bundaran DPRD Jember Jumat pagi.

Rudi menjelaskan, dirinya memiliki 20 orang buruh tambang yang bekerja secara borongan. Dalam sehari rata-rata mereka mampu menambang 5 ton kapur, dengan upah 350 rupiah perkilogram. Artinya satu orang buruh rata-rata mendapatkan upah 87.500 rupiah perhari. Jika mereka bekerja setiap hari selama 26 hari kerja, maka sebulan akan mendapt upah 2.275.000 rupiah per orang.

Namun memang tidak semua buruh bersedia bekerja setiap hari, sehingga upah yang mereka terima juga disesuaikan dengan hasil produksi masing-masing. Sedangkan untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Rudi mengakui tidak mendaftarkan mereka, karena statusnya sebagai buruh harian lepas. Tetapi untuk karyawan tetap seluruhnya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS.

Sebelumnya Jumat pagi belasan aktivis IMM menggelar aksi unjukrasa di Bundaran DPRD Jember. Mereka menuntut DPRD segera memanggil Manajemen Tambang Kapur CV. Kartika Chandra. Sebab pasca longsor yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia beberapa waktu lalu, IMM melakukan investigasi dan wawancara kepada sejumlah buruh, dan menemukan fakta bahwa mereka dibayar di bawah UMK.

(500 views)