Puluhan Aktivis GMNI Ganti Papan Nama Dinas Tenaga Kerja Jember Jadi Dinas Kurang Kerjaan

IMG_20190327_110356

Mengaku kecewa dengan pernyataan perwakilan Dinas Tenaga Kerja Jember yang menyatakan tidak memiliki data terkait tiga tenaga kerja yang di PHK tanpa uang pesangon oleh salah satu BUMN di Jember, puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI Komisariat Hukum Universitas Jember, Rabu siang mengganti papan nama Dinas Tenaga Kerja Jember menjadi dinas kurang kerjaan.

Koordinator aksi Rizaldi Abdillah kepada sejumlah wartawan menjelaskan, jauh hari sebelum melakuakn aksi unjukrasa, GMNI Komisariat Hukum Unej sudah melayangkan surat ke pihak BUMN, yang telah memecat tiga orang tenaga kerjanya karena dinilai sudah lanjut usia tanpa uang pesangon. Padahal mereka sudah bekerja di BUMN tersebut sekitar 10 tahun hingga 35 tahun.
Setelah ditunggu beberapa hari ternyata pihak BUMN menyatakan tidak bisa memenuhi hak tiga mantan pekerjanya, dan hanya memberi mereka sebuah peci, sarung dan baju koko. Karena itulah puluhan aktivis GMNI bersama tiga mantan pekerja BUMN tersebut melakukan aksi unjuk rasa dengan melakukan longmarc dari dauble Unej menuju DPRD Jember, ke Pemkab Jember dan terakhir ke Kantor Disnaker Jember.
Anenhnya lanjut Rizaldi, M Djamil selaku perwakilan dari Disnaker Jember yang menemui demostran di Pemkab Jember tetap dengan pernyataan sebelumnya, bahwa pihaknya tidak tahu menahu terkait persoalan yang sedang dialami ketiga pekerja tersebut. Bahkan Djamil mengaku tidak memiliki data terkait tenaga kerja yang berada di BUNM tempat mereka berkerja, dengan alasan kewenangan tersebut sudah menjadi kewenangan Disnaker Provinsi.
Karena pernyataan itulah massa menilai bahwa selama ini Disnaker Jember tidak serius dalam berkerja. Semestinya Disnaker Jember memiliki data tenaga kerja yang ada di Jember, mengingat proses pelimpahan wewenang dari Disnaker Kabupaten ke Disnaker Provinsi baru satu tahun lalu diberlakukan. Karena itulah sebagai bentuk protes, massa mengganti papan nama Disnaker Jember menjadi dinas kurang kerjaan.
Lebih lanjut Rizaldi menjelaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan yang dialami oleh mantan pekerja salah satu BUMN di Jember hingga tuntas. Bahkan jika pasca aksi hari ini belum ada tanda-tanda pihak bumn memberikan hak tiga mantan pekerjanya, Rizaldi mengancam akan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar, serta melayangkan aduan ke lembaga pemerintah yang lebih tinggi. Rizaldi berharap persoalan yang dialami tiga mantan pekerja tersebut, menjadi kasus yang terakhir di Kabupaten Jember.

(561 views)